Maros – Sejumlah siswa Madrasah Aliyah (MA) Arifah yang tergabung dalam kelas peminatan riset, akan melakukan kegiatan penelusuran riset lapangan di kawasan Rammang-Rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan budaya riset sejak dini serta meningkatkan kepekaan siswa terhadap potensi alam, sosial, dan budaya di sekitarnya.
Rammang-Rammang dikenal sebagai salah satu kawasan karst terluas di dunia yang menyimpan kekayaan geologi, ekologi, dan kearifan lokal masyarakat setempat. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya melakukan pengamatan, tetapi juga menjalankan tahapan riset sederhana secara ilmiah.
Persiapan Sebelum Turun Lapangan
Sebelum melakukan penelusuran, siswa terlebih dahulu menentukan fokus riset yang akan dikaji, seperti kondisi lingkungan karst, kehidupan sosial masyarakat Kampung Berua, aktivitas ekonomi berbasis wisata, hingga isu konservasi alam. Penentuan fokus ini penting agar kegiatan riset berjalan terarah dan memiliki tujuan yang jelas.
Selain itu, siswa juga dibekali dengan studi awal mengenai kawasan Rammang-Rammang, termasuk pemahaman istilah dasar terkait karst dan ekowisata. Instrumen riset seperti lembar observasi, daftar pertanyaan wawancara, serta alat dokumentasi turut dipersiapkan.
Observasi dan Wawancara di Lokasi
Saat berada di lapangan, siswa melakukan observasi langsung terhadap kondisi alam dan aktivitas masyarakat. Mereka mencatat bentuk-bentuk batuan karst, aliran sungai, vegetasi, serta interaksi manusia dengan lingkungan sekitarnya.
Tidak hanya itu, siswa juga melakukan wawancara dengan warga lokal dan pemandu wisata untuk menggali informasi mengenai sejarah kawasan, perubahan sosial akibat pariwisata, serta upaya masyarakat dalam menjaga kelestarian alam. Seluruh proses dilakukan dengan menjunjung tinggi etika penelitian dan sikap sopan terhadap masyarakat setempat.
Menjaga Lingkungan dan Keselamatan
Dalam kegiatan penelusuran, siswa ditekankan untuk selalu menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan. Mereka dilarang merusak batuan karst, memasuki area berbahaya tanpa pendamping, serta diwajibkan menjaga kebersihan kawasan wisata. Hal ini menjadi bagian penting dari pembelajaran karakter dan tanggung jawab ekologis.
Pengolahan Data dan Laporan Riset
Setelah kegiatan lapangan selesai, siswa mengolah data hasil observasi dan wawancara menjadi laporan riset sederhana. Laporan tersebut memuat latar belakang penelitian, tujuan, metode, temuan lapangan, serta kesimpulan dan rekomendasi.
Melalui proses ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam memahami fenomena yang mereka temui di lapangan.
Menumbuhkan Budaya Riset dan Kepedulian Lingkungan
Kegiatan penelusuran riset ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya riset di lingkungan madrasah, sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan dan masyarakat. Riset tidak hanya dipahami sebagai kegiatan akademik, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Dengan pengalaman langsung di lapangan, siswa MA Arifah diharapkan mampu menjadi generasi muda yang memiliki wawasan ilmiah serta kesadaran untuk menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia