Sebanyak 16 siswa MA Arifah melaksanakan kegiatan studi riset di Pulau Samalona sebagai bagian dari penguatan pembelajaran berbasis penelitian dan pengembangan keterampilan ilmiah siswa. Dalam kegiatan tersebut, para peserta dibagi ke dalam enam kelompok penelitian dengan tema yang beragam, mulai dari lingkungan laut, energi listrik, hingga kehidupan sosial masyarakat pesisir.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung kepada siswa melalui observasi lapangan, pengumpulan data, wawancara, serta analisis ilmiah terhadap fenomena yang ada di Pulau Samalona. Selain itu, studi riset ini juga menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kerja sama tim, dan kemampuan menyusun laporan penelitian.
Salah satu kelompok penelitian mengangkat tema “Analisis Kecepatan dan Periode Gelombang Laut di Pulau Samalona Menggunakan Pendekatan Matematis.” Penelitian tersebut dilakukan dengan mengamati karakteristik gelombang laut dan menganalisis hubungan antara kecepatan serta periode gelombang menggunakan konsep matematika dan fisika sederhana.
Kelompok lainnya melakukan penelitian tentang “Identifikasi Jenis Terumbu Karang di Perairan Dangkal di Pulau Samalona.” Penelitian ini bertujuan untuk mengenali berbagai jenis terumbu karang yang terdapat di kawasan pesisir Pulau Samalona sekaligus meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga ekosistem laut.
Selain isu lingkungan, siswa juga meneliti aspek ekonomi dan sosial masyarakat melalui judul “Analisis Efisiensi Penggunaan Energi Listrik dan Dampaknya terhadap Kegiatan Ekonomi di Pulau Samalona.” Penelitian ini mengkaji bagaimana pemanfaatan energi listrik dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat, termasuk usaha kecil dan sektor pariwisata.
Penelitian lainnya berjudul “Perubahan Pola Hidup Sehari-hari Masyarakat Samalona Setelah Masuknya Listrik.” Melalui observasi dan wawancara dengan warga, siswa mencoba memahami perubahan gaya hidup, aktivitas masyarakat, hingga perkembangan teknologi dan komunikasi yang dirasakan setelah hadirnya akses listrik di pulau tersebut.
Tidak hanya fokus pada sains dan sosial, salah satu kelompok juga mengangkat tema keagamaan dan lingkungan melalui penelitian “Peran Nilai-Nilai Islam dalam Meningkatkan Kesadaran Masyarakat terhadap Pelestarian Lingkungan Laut di Pulau Samalona.” Penelitian ini menyoroti bagaimana ajaran Islam dapat menjadi landasan dalam menjaga kebersihan laut, melestarikan lingkungan, dan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Pihak sekolah menyampaikan bahwa kegiatan studi riset ini merupakan bagian dari upaya membangun budaya ilmiah di lingkungan madrasah. Dengan turun langsung ke lapangan, siswa diharapkan mampu menghubungkan teori yang dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di masyarakat.
Suasana penelitian di Pulau Samalona berlangsung penuh semangat dan antusiasme. Selain memperoleh pengalaman akademik, para siswa juga mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga lingkungan, menghargai kehidupan masyarakat pesisir, serta memperkuat nilai-nilai kolaborasi dan tanggung jawab dalam penelitian.
Melalui kegiatan ini, MA Arifah berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, lingkungan, dan kemampuan riset yang baik untuk menghadapi tantangan masa depan.