{"id":1077,"date":"2021-12-27T22:31:28","date_gmt":"2021-12-27T14:31:28","guid":{"rendered":"http:\/\/maarifah.sch.id\/?p=1077"},"modified":"2021-12-28T07:20:28","modified_gmt":"2021-12-27T23:20:28","slug":"siswa-ma-arifah-lakukan-study-riset-ke-toraja-dan-toraja-utara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/siswa-ma-arifah-lakukan-study-riset-ke-toraja-dan-toraja-utara\/","title":{"rendered":"Siswa MA Arifah Lakukan Study Riset ke Toraja dan toraja Utara"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"574\" src=\"http:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berfoto-di-toraja-1024x574.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1078\" srcset=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berfoto-di-toraja-1024x574.jpeg 1024w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berfoto-di-toraja-300x168.jpeg 300w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berfoto-di-toraja-768x431.jpeg 768w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/berfoto-di-toraja.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Gambar. Siswa MA Arifah di tongkonan adat toraja<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>maarifahnews. Sebagai madrasah riset yang berbasis digital, Madrasah Arifah senantiasa melakukan perjalanan riset ke berbagai tempat. seperti halnya yang dilakukan pada 17 sampai 19 desember 2021, sebanyak 40 orang siswa MA Arifah melakukan kegiatan riset ke tiga kabupaten yaitu. Tator, Toraja Utara dan Kabupaten Enrekang.<\/p>\n\n\n\n<p>Dipilihnya ke tiga kabupaten tersebut adalah karena selain untuk melakukan riset juga siswa dapat sekaligus melakukan refreshing setelah berakhirnya pembelajaran semester Ganjil TP 2021\/2022<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"574\" src=\"http:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/lokasi-pekuburan-toraja-1024x574.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1079\" srcset=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/lokasi-pekuburan-toraja-1024x574.jpeg 1024w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/lokasi-pekuburan-toraja-300x168.jpeg 300w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/lokasi-pekuburan-toraja-768x431.jpeg 768w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/lokasi-pekuburan-toraja.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Gambar. Siswa MA Arifah saat mengunjungi kete&#8217; kesulonda Toraja utara<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Beberapa tempat yang dikunjungi adalah antara lain Goa Londa yang jadi tempat penyimpanan jenazah yang khusus bagi keturunan langsung leluhur Toraja. Goa ini terletak di perbatasan antara Makale dan Rantepao. Saat memasuki area Goa Londa, akan disambut dengan kerbau Si Belang yang harganya bisa mencapai milyaran<strong><a target=\"_blank\" href=\"https:\/\/www.merdeka.com\/tag\/rupiah\/\" rel=\"noreferrer noopener\">. <\/a><\/strong> Di Toraja, kerbau jenis ini disebut Tedong Saleko, kerbau dengan kasta tertinggi. Bagi masyarakat setempat, kerbau dianggap hewan suci yang mampu mengantarkan mereka ke alam lain yang disebut puya. Dalam Goa Londa banyak dijumpai peti mati atau yang disebut Erong. Peti ini terbuat dari kayu. Selain erong, dalam Goa Londa juga banyak dijumpai tengkorak dan tulang belulang akibat erong yang telah lapuk dimakan usia.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"http:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-MA-Arifah-di-Londa-Torut-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1086\" srcset=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-MA-Arifah-di-Londa-Torut-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-MA-Arifah-di-Londa-Torut-300x169.jpeg 300w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-MA-Arifah-di-Londa-Torut-768x432.jpeg 768w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-MA-Arifah-di-Londa-Torut-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-MA-Arifah-di-Londa-Torut.jpeg 1600w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>dalam goa juga banyak terdapat Patung kayu berbentuk manusia atau yang disebut Tau-tau ialah simbol orang yang telah meninggal. Hanya dari kalangan bangsawan yang dibuatkan Tau-tau. Proses pembuatan Tau-Tau tidak boleh dikerjakan oleh sembarang orang, selama proses pembuatan juga sang pembuatnya wajib mengerjakan dekat dengan jenazah. Melalui patung ini, hubungan yang terjalin tetap langgeng meski telah tiada<\/p>\n\n\n\n<p>Tempat lain yang dikunjungi oleh tim riset siswa MA Arifah adalah Kate&#8217; kesu. Berada di desa Bonaran, sekitar lima kilometer dari pusat kota Rantepao, akses menuju desa ini cukup butuh perjuangan dengan jalan beraspal yang gak begitu luas.&nbsp;Pahatan dinding batu Kete Kesu begitu penuh makna. Jika diperhatikan  dindingnya, terdapat beberapa makam khusus yang diletakkan di posisi paling tinggi. Itu merupakan makam para bangsawan Tana&nbsp;Toraja. Foto beberapa tetua dan cendekiawan juga dapat dilihat di sepanjang jalan menuju makam goa. <\/p>\n\n\n\n<p>Kete&nbsp;Kesu menghadirkan sisa-sisa peninggalan bersejarah yang berumur ratusan tahun, mulai dari rumah adat (Tongkonan), ukiran dinding, artefak hingga makam orang-orang penting di masa lalu. Terdapat 6 Tongkonan dengan 12 lumbung padi yang berusia 300 tahun, makam goa, dan makam tebing&nbsp; berusia 500 tahun. Salah satu pemakaman tertua di dunia ada di lokasi wisata ini. <\/p>\n\n\n\n<p>Memasuki lokasi&nbsp;Kete Kesu, dijumpai beberapa makam di bukit dan tulang belulang di beberapa lokasi tertentu. Di hari khusus antara bulan Juni dan Desember, masyarakat Toraja akan berkumpul Kete Kesu untuk melaksanakan upacara adat penghargaan kepada leluhur dan pemakaman Rambu Solo.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"680\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Di-lolai-680x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1085\" srcset=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Di-lolai-680x1024.jpeg 680w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Di-lolai-199x300.jpeg 199w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Di-lolai-768x1156.jpeg 768w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Di-lolai-1020x1536.jpeg 1020w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/Di-lolai.jpeg 1063w\" sizes=\"auto, (max-width: 680px) 100vw, 680px\" \/><figcaption>Gambar. siswa MA Arifah bersama guru pendamping, menikmati suguhan kopi panas di Lolai, negeri di atas awan setelah melakukan shalat subuh berjamaah di daerah tersebut<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Hari terakhir kegiatan riset di kabupaten toraja utara adalah mengunjungi negeri di atas awan lolai. Tempat wisata tersebut berada di ketinggian kira-kira 1300 mdpl (meter di atas permukaan laut) dan terkenal ebagai negeri di atas awan. Namanya ialah To\u2019 Tombi, disini kamu dapat disuguhkan bersama dengan indahnya sekumpulan awan putih di depan mata. Lokasi objek wisata To\u2019 Tombi Toraja terdapat di Kampung Lolai, Lembang (Desa) Benteng Mamullu, Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara. Perjalanan menuju To\u2019 Tombi Toraja tidaklah mudah, di mana anda harus lewat jalur yang berliku-liku seperti jalur menuju dataran tinggi atau pegunungan. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"http:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-siswa-MA-Arifah-di-Gunung-Nona-1024x768.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1084\" srcset=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-siswa-MA-Arifah-di-Gunung-Nona-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-siswa-MA-Arifah-di-Gunung-Nona-300x225.jpeg 300w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-siswa-MA-Arifah-di-Gunung-Nona-768x576.jpeg 768w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/riset-siswa-MA-Arifah-di-Gunung-Nona.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Gambar siswa melakukan pengamatan terhadap morfologi gunung Nona di Enrekang<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p>Objek riset terakhir yang dikunjungi adalah gunung Buttu Kabobong atau yang populer dengan sebutan&nbsp;<em>Gunung Nona<\/em>. Gunung yang terletak di Kecamatan Anggeraja Kabupaten Enrekang.  Buttu Kabobong memiliki keunikan , sehingga mendapat julukan Gunung Nona. Unik karena bentuknya yang sangat mirip dengan organ vital wanita. Dalam bahasa lokal,&nbsp;<em>Buntu atau Buttu<\/em>&nbsp;berarti gunung, sedang&nbsp;<em>Kabobong<\/em>&nbsp;berarti&nbsp;<em>organ vital wanita<\/em>. Sehingga gunung yang secara alami terbentuk sering juga disebut&nbsp;<em>Erotic Mountain<\/em>&nbsp;oleh wisatawan asing.<\/p>\n\n\n\n<p>Buttu Kabobong sejak dulu menjadi ikon yang melekat pada Bumi Massenrempulu, Enrekang. Cuaca cukup sejuk di sekitar gunung yang berada di atas ketinggian 500 mdpl.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>maarifahnews. Sebagai madrasah riset yang berbasis digital, Madrasah Arifah senantiasa melakukan perjalanan riset ke berbagai tempat. seperti halnya yang dilakukan pada 17 sampai 19 desember 2021, sebanyak 40 orang siswa MA Arifah melakukan kegiatan riset ke tiga kabupaten yaitu. Tator, Toraja Utara dan Kabupaten Enrekang. Dipilihnya ke tiga kabupaten tersebut adalah karena selain untuk melakukan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1086,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-1077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1077"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1089,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1077\/revisions\/1089"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}