{"id":6043,"date":"2025-11-25T18:10:45","date_gmt":"2025-11-25T10:10:45","guid":{"rendered":"https:\/\/maarifah.sch.id\/?p=6043"},"modified":"2025-11-25T18:12:58","modified_gmt":"2025-11-25T10:12:58","slug":"sambut-hari-guru-ketua-yayasan-madrasah-arifah-tekankan-pentingnya-transformasi-pendidikan-di-abad-21","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/sambut-hari-guru-ketua-yayasan-madrasah-arifah-tekankan-pentingnya-transformasi-pendidikan-di-abad-21\/","title":{"rendered":"Sambut Hari Guru, Ketua Yayasan Madrasah Arifah Tekankan Pentingnya Transformasi Pendidikan di Abad 21"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 yang jatuh pada 25 November 2025, Madrasah Arifah menyelenggarakan upacara hari peringatan guru.&nbsp; Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara Madrasah Arifah ini, dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Madrasah Arifah Ilham Arie Fauzi. upacara yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah guru tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan inspiratif. Pada kesempatan ini, Ketua Yayasan Madrasah Arifah menyampaikan pidato utama yang berisi apresiasi mendalam bagi para guru serta visi transformatif untuk masa depan pendidikan di madrasah.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"577\" height=\"1024\" src=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-577x1024.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-6044\" srcset=\"https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-577x1024.jpg 577w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-169x300.jpg 169w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-768x1364.jpg 768w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-865x1536.jpg 865w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-1153x2048.jpg 1153w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-1320x2345.jpg 1320w, https:\/\/maarifah.sch.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/1000121818-scaled.jpg 1441w\" sizes=\"auto, (max-width: 577px) 100vw, 577px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<p>Pidato dibuka dengan mengenang jasa para guru senior yang telah menjadi fondasi berdirinya Madrasah Arifah, seperti Pak Nurdin, Pak Mas&#8217;ud, Pak Muzakkar, Pak Ridzan, Bu Satiah, Pak Hasan, dan Bu Hadrah. &#8220;Maka dari itu, hari ini saya ingin menyambut cukup satu saja: Yang terhormat, yang termulia, yang tertulus&#8230; yaitu para guru-guru hebatnya Madrasah Arifah,&#8221; ujarnya di hadapan seluruh sivitas akademika, disambut tepuk tangan meriah.<\/p>\n\n\n\n<p>Pesan Transformasi: Siswa Abad 21, Guru Abad 20, Kelas Abad 19<\/p>\n\n\n\n<p>Inti dari sambutan tersebut adalah seruan untuk melakukan pembaruan sistem pendidikan. Kepala Madrasah mengilustrasikan tantangan utama yang dihadapi dunia pendidikan saat ini: &#8220;Siswanya abad-21, gurunya abad-20, kelasnya abad-19.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p>Menurutnya, ini adalah &#8220;outdated system&#8221; atau sistem yang sudah kedaluwarsa yang harus segera beradaptasi. Solusinya adalah dengan mengadopsi pemikiran dan pendekatan Abad 21 secara menyeluruh, yang berfokus pada 4C: Communication, Collaboration, Creative thinking, and Critical thinking.<\/p>\n\n\n\n<p>1. Siswa: Diakui telah memiliki kapasitas Abad 21 secara alami, berkat pengaruh media sosial yang melatih mereka dalam 4C. &#8220;Tidak ada siswa yang bodoh per hari ini. Tinggal diarahkan karena struktur otaknya sudah siap,&#8221; tegasnya.<br>2. Kelas: Sistem kelas konvensional dengan pengajaran satu arah dan penataan kursi yang kaku dinyatakan sudah ketinggalan zaman. Kelas Abad 21 harus dinamis dan bervariasi, menyesuaikan dengan kebutuhan mata pelajaran untuk mendukung 4C.<br>3. Guru: Inilah elemen terpenting. Guru ditantang untuk bertransformasi dari gaya mengajar Abad 20\u2014yang seragam dan terbatas di dalam kelas\u2014menjadi &#8220;Guru Pembelajar&#8221; (Teachers as Learners).<\/p>\n\n\n\n<p>Guru Pembelajar adalah Kunci<\/p>\n\n\n\n<p>Ketua Yayasan menekankan bahwa peran guru tidak akan bisa digantikan oleh teknologi, dengan satu syarat: mereka harus menjadi pembelajar sepanjang hayat.<\/p>\n\n\n\n<p>&#8220;Guru yang mempelajari teknologi, lalu mengajarkannya, bukan melarangnya, serta guru yang menyesuaikan dengan potensi siswa, adalah guru yang tidak akan tergantikan,&#8221; pesannya.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengumuman 10 Guru Terbaik 2025<\/p>\n\n\n\n<p>Sebagai puncak acara, diumumkan sepuluh nama guru yang dinilai telah berhasil beradaptasi dengan zaman dan memberikan kontribusi luar biasa. Berikut adalah daftarnya:<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat MI:<\/p>\n\n\n\n<p>\u00b7 Rahmat Justan (Guru Baru Terpopuler)<br>\u00b7 Nurul Hikmah (Lulu) (Guru Ter-Influencer)<br>\u00b7 Pak Hasan (Rekan, Mitra, dan Pimpinan Terbaik)<br>\u00b7 Pak Manda (Guru All-Role)<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat MTs:<\/p>\n\n\n\n<p>\u00b7 Fitri (Guru Ter-Dedikasi)<br>\u00b7 Mansyur (Guru Ter-Sahabat Siswa)<br>\u00b7 Lande (Guru Sipaling Aktif)<br>\u00b7 Riski Maulana (Guru Ter-Kalem)<\/p>\n\n\n\n<p>Tingkat MA:<\/p>\n\n\n\n<p>\u00b7 Bu Darsih (Guru Ter-Ibu)<br>\u00b7 Pak Imran (Guru Ter-Ayah)<\/p>\n\n\n\n<p>Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat para guru dalam memajukan pendidikan yang relevan dengan tantangan zaman. Acara ini diharapkan dapat memantik semangat kolaborasi seluruh warga madrasah untuk terus berbenah menuju Madrasah Arifah yang lebih maju dan inspiratif.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional (HGN) ke-80 yang jatuh pada 25 November 2025, Madrasah Arifah menyelenggarakan upacara hari peringatan guru.&nbsp; Kegiatan yang berlangsung di lapangan upacara Madrasah Arifah ini, dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Madrasah Arifah Ilham Arie Fauzi. upacara yang dirangkaikan dengan pemberian penghargaan kepada sejumlah guru tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":6045,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-6043","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kegiatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6043","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6043"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6043\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6047,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6043\/revisions\/6047"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6045"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6043"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6043"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/maarifah.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6043"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}