MA Arifah, Gowa (26/11/2025) Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di MA Arifah Gowa tahun ini terasa berbeda dan jauh lebih seru. Alih-alih hanya mengikuti upacara atau membuat ucapan, para siswa justru menggelar polling kreatif untuk memberikan apresiasi kepada para guru lewat kategori-kategori lucu dan relate dengan kehidupan sekolah. Hampir seluruh siswa ikut serta, dan hasilnya memetakan enam guru yang punya “ciri khas” paling menonjol di mata peserta didik.

  1. Ibu Putri – Guru Ter-Vibes Positif (Auranya Paling Adem)
    Ibu Putri jadi juara untuk kategori guru paling menenangkan. Banyak siswa bilang, setiap kali beliau masuk kelas, suasananya langsung adem. “Ibu Putri itu no drama club, senyumnya bikin mood naik,” tulis seorang siswa. Tak heran kalau kelas terasa nyaman setiap beliau mengajar.
  1. Ibu Raudina – Guru Ter-Final Boss Aura (Masuk Kelas Langsung Hening)
    Kalau ada guru yang auranya bikin satu kelas langsung duduk tegap, itulah Ibu Raudina. Wibawanya disebut level “final boss”. “Baru dengar langkah kakinya di koridor saja, satu kelas langsung auto hening,” ujar seorang siswa. Meski tegas, beliau tetap dihormati dan disayangi karena selalu mengarahkan siswa dengan jelas.
  1. Pak Ibnu – Guru Ter-Parent Figure (Tempat Curhat Nasional)
    Nama Pak Ibnu muncul sebagai guru paling “orang tua vibes”. Banyak siswa merasa sangat nyaman bercerita padanya, mulai dari urusan pertemanan sampai masalah rumah. “Pak Ibnu itu kayak bapak sendiri, bukan cuma pengajar,” tulis salah satu siswa. Beliau dianggap sebagai sosok yang selalu siap mendengarkan.
  1. Pak Zaim – Guru Ter-Stand Up Comedy (Masuk Kelas Auto Ngakak)
    Belajar sambil ketawa? Itulah kelasnya Pak Zaim. Siswa menyebut gaya mengajarnya lucu dan penuh hiburan sehingga kelas terasa hidup. “Kadang yang bikin betah itu bukan materinya, tapi jokes-nya Pak Zaim,” komentar seorang siswa. Suasana kelas pun selalu ceria.
  1. Pak Amri – Guru Ter-Ensiklopedia Berjalan (Paling Pintar)
    Dalam polling, Pak Amri dipilih sebagai guru dengan pengetahuan super luas. “Kalau beliau jelasin, semuanya langsung paham. Levelnya udah tingkat dewa,” kata seorang siswa. Julukan “ensiklopedia berjalan” pun melekat karena wawasan dan cara menjelaskan materi yang sangat mudah dimengerti.
  1. Pak Rahman – Guru Ter-Baterai Alkaline (Energinya Nggak Habis-Habis)
    Energi Pak Rahman disebut tidak pernah drop. Mau jam pertama atau jam terakhir ketika siswa sudah ngantuk parah, beliau tetap semangat 100%. “Ngajar jam 1 oke, ngajar jam 8 masih semangat 45,” tulis siswa lain. Dedikasinya jadi inspirasi buat banyak siswa.

Kepala MA Arifah Gowa, Ridzan Djafri, sangat mengapresiasi kreativitas siswa ini. “Polling seperti ini menunjukkan kedekatan emosional yang sehat antara guru dan siswa. Ini bentuk apresiasi yang jujur dan menyenangkan,” ujarnya.

Polling yang berlangsung selama seminggu dan diikuti 95% siswa ini membuktikan bahwa setiap guru memiliki karakter unik yang dihargai oleh peserta didik. Perwakilan OSIS sebagai penyelenggara juga berharap kegiatan ini makin mempererat hubungan guru dan siswa. “Kami ingin menunjukkan bahwa kami benar-benar menghargai keunikan setiap guru,” ungkap mereka.

Dengan adanya inisiatif kreatif ini, MA Arifah Gowa berharap lingkungan belajar semakin hangat, harmonis, dan pastinya lebih menyenangkan untuk semua warga sekolah.

By Arifah

One thought on “Pooling Siswa MA Arifah di Peringatan Hari Guru Nasional 2025”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *