Makassar, Rabu 20 Mei 2026 – Siswa MA Arifah Gowa melaksanakan kegiatan kunjungan pembelajaran ke kawasan bersejarah Benteng Rotterdam pada Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi alternatif pembelajaran setelah agenda kunjungan sebelumnya yang direncanakan ke Yayasan Kanker Anak Indonesia (YLKAI), SLB, dan panti jompo mengalami perubahan situasi di lapangan.

Sebelumnya, kegiatan kunjungan pembelajaran telah dirancang untuk memberikan pengalaman sosial kepada peserta didik melalui kunjungan ke beberapa lokasi. Namun, karena suatu hal dan konfirmasi pembatalan kegiatan di SLB serta panti jompo baru disampaikan sesaat sebelum keberangkatan, maka dilakukan diskusi bersama seluruh peserta untuk menentukan alternatif kegiatan yang tetap bernilai edukatif.

Melalui kesepakatan bersama antara pendamping dan seluruh siswa, kegiatan kemudian diarahkan menjadi kunjungan sejarah ke Benteng Rotterdam Makassar. Keputusan tersebut disambut antusias oleh para peserta karena memberikan kesempatan untuk belajar langsung mengenai sejarah lokal Sulawesi Selatan melalui pengalaman nyata di lapangan.

Kegiatan pembelajaran ini didampingi oleh dua guru Sejarah MA Arifah Gowa, yaitu Ustadzah Jidan dan Ustadzah Fitri. Selama kegiatan berlangsung, siswa diajak menelusuri berbagai bagian kawasan benteng sambil mengenal sejarah panjang Benteng Rotterdam yang menjadi salah satu peninggalan bersejarah penting di Kota Makassar.

Para siswa tampak antusias mengikuti penjelasan dan mengeksplorasi area benteng. Mereka mengamati bangunan-bangunan berarsitektur khas, ruang pamer sejarah, serta berbagai peninggalan yang tersimpan di kawasan tersebut. Kegiatan belajar di luar kelas ini memberikan pengalaman berbeda karena siswa dapat melihat secara langsung objek-objek yang selama ini dipelajari melalui buku pelajaran.

Salah satu guru pendamping menyampaikan bahwa pembelajaran sejarah akan terasa lebih bermakna ketika peserta didik dapat berinteraksi langsung dengan sumber belajar di lingkungan nyata.

“Belajar sejarah tidak hanya dilakukan di dalam kelas. Ketika siswa hadir langsung di tempat bersejarah, mereka dapat merasakan suasana, melihat bukti peninggalan, dan memahami perjalanan sejarah dengan lebih dekat,” ujarnya.

Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan sejarah, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Masjid Kubah 99 Asmaul Husna untuk melaksanakan shalat Dhuhur berjamaah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momen istirahat sebelum seluruh peserta kembali menuju Madrasah Arifah.

Kegiatan kunjungan pembelajaran ini menjadi bukti bahwa proses belajar dapat berlangsung secara fleksibel dan tetap bermakna meskipun terdapat perubahan agenda. MA Arifah Gowa terus berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan wawasan serta karakter peserta didik.

Foto kegiatan terkait ini, dapat dilihat DI SINI

By Arifah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *