Gowa – MA Arifah Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter peserta didik melalui pelaksanaan program Value Madrasah yang menjadi salah satu fondasi pembinaan di lingkungan madrasah. Program ini hadir sebagai upaya membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat sesuai nilai-nilai yang menjadi identitas madrasah. Program ini sejalan dengan semangat MA Arifah sebagai madrasah riset berbasis digital yang mengedepankan karakter dan budaya sekolah.
Pelaksanaan Value Madrasahdi MA Arifah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik. Nilai-nilai tersebut tidak hanya disampaikan melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga diintegrasikan dalam budaya sekolah, kegiatan pembiasaan, aktivitas keagamaan, interaksi sosial, hingga berbagai kegiatan organisasi dan ekstrakurikuler. Hal ini dilakukan agar nilai yang diajarkan tidak sekadar dipahami, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan dalam kehidupan siswa.
Sebagai madrasah dengan slogan Kompetitif, Religius, Nasionalis, MA Arifah terus berupaya menghadirkan lingkungan pendidikan yang mendorong siswa memiliki daya saing, akhlak yang baik, serta kecintaan terhadap bangsa dan negara. Nilai-nilai tersebut menjadi ruh dalam pelaksanaan berbagai program madrasah.
Kepala MA Arifah Gowa menyampaikan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya berfokus pada pencapaian akademik, namun juga pembentukan karakter peserta didik.
“Sekolah bukan hanya tempat menambah pengetahuan, tetapi juga tempat menumbuhkan karakter, adab, dan nilai kehidupan yang akan menjadi bekal siswa di masa depan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, pelaksanaan Value Madrasah diwujudkan melalui berbagai kebiasaan positif seperti budaya disiplin, pembiasaan ibadah, sikap saling menghormati, kepedulian sosial, budaya literasi, serta semangat belajar dan berkarya. Kehadiran nilai-nilai tersebut diharapkan dapat membentuk pribadi peserta didik yang bertanggung jawab, peduli, dan memiliki integritas tinggi.
Melalui program ini, MA Arifah Gowa berharap seluruh peserta didik mampu tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial.
Siswa Setara dan berempati: kepala satminkan MA – MTs Menerapkan spot Khusus, yang diisi oleh guru piket untuk mengawasi dan menegur setiap bentuk ketidak menghargai siswa terhadap guru, siswa atau orang lain
Setiap Satminkal / Waka-Kesiswaan / BK Satminkal Menugaskan dan Memperlombakan Desain Poster dinding dengan topik “Kesetaraan”. Pemenang akan diberikan beasiswa dan hasil karyanya akan dipajang pada “Galeri” di koridor madrasah
Membentuk Satgas Anti Bullying yang diisi oleh Wali Kelas dan BK pada tingkatan MTs dan MA, dan tingkatan MI diisi oleh Koordinator Kesiswaaan dan Wali Kelas.
A. Satminkal / Waka Kesiswaan membentuk STANDAR ADAB SISWA untuk masing-masing Satminkal; adab berkomunikasi, adab berinteraksi siswa-siswa dan (pengenalan 5S), dll. siswa-guru
C. Seluruh Guru dan Wali Kelas memahami dan menjalankan adab Islami dalam setiap proses mengajar, interaksi di dalam maupun di luar kelas, serta menjadi role model bagi siswa.
D. Setiap Satminkal membentuk kelompok Tarbiyah Keislaman yang diisi oleh Guru bidang Agama, untuk memaksimalkan “Delivery Value” pada mapel Aqidah dan Ibadah, setelah jam PBM berakhir.