Gowa – Madrasah Aliyah (MA) Arifah Gowa terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pelaksanaan Program Sistem Kredit Semester (SKS). Program percepatan belajar ini menjadi salah satu program unggulan yang membedakan MA Arifah Gowa dengan madrasah lain, tidak hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga secara nasional.
Program SKS memungkinkan peserta didik menempuh jenjang pendidikan MA dalam waktu yang lebih singkat sesuai dengan kemampuan akademik masing-masing siswa. Dengan sistem ini, siswa berprestasi dapat menyelesaikan pendidikan Madrasah Aliyah hanya dalam dua tahun.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gowa, H. Jamaris, menyampaikan bahwa MA Arifah Gowa merupakan salah satu dari dua madrasah swasta di Indonesia yang telah memperoleh izin resmi sebagai penyelenggara Program SKS. Hal ini menunjukkan kepercayaan besar pemerintah terhadap kualitas tata kelola dan sumber daya pendidikan di MA Arifah.
“Program SKS adalah program unggulan yang menjadikan madrasah di Kabupaten Gowa memiliki daya saing tinggi. Ini bukti bahwa madrasah mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan,” ungkap H. Jamaris.
Ia juga menambahkan bahwa melalui program percepatan yang terstruktur, bukan tidak mungkin Indonesia akan melahirkan generasi akademisi unggul di usia muda. “Jika jenjang pendidikan ditempuh dengan efisien dan berkualitas, kita bisa mencetak doktor atau bahkan guru besar di usia yang sangat muda,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala MA Arifah Gowa, Ridzan Djafri, menjelaskan bahwa saat ini Program SKS telah memasuki angkatan ketiga. Capaian dua angkatan sebelumnya dinilai sangat membanggakan, dengan 95 persen lulusan diterima di perguruan tinggi negeri tanpa tes, serta nilai rata-rata rapor mencapai 96.
“Ini menjadi bukti bahwa Program SKS tidak hanya mempercepat masa studi, tetapi juga menjaga bahkan meningkatkan kualitas akademik siswa,” ujarnya.
Dari sisi pendampingan akademik, Penasehat Akademik Program SKS MA Arifah Gowa, Haedarsih, menegaskan bahwa pelaksanaan SKS didukung oleh perencanaan pembelajaran yang matang serta penguatan karakter dan mental siswa. Menurutnya, beban belajar siswa SKS memang cukup tinggi, sehingga madrasah juga memperhatikan aspek psikologis dan kenyamanan belajar peserta didik.
Dengan berbagai capaian tersebut, MA Arifah Gowa berharap Program SKS dapat terus berkembang dan menjadi model bagi madrasah lain dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif, unggul, dan berorientasi pada masa depan peserta didik.